“brrraaakkkk……………..”siti mengebrak meja yang ada di depannya.
“aku sudak muak,aku sudah pusing dengan masalah ini mas, bagaimana kita dapat mengatasi semua ini” katanya kepada surya,suaminya.
“ya begitu pula dengan aku,aku juga sudah pusing.tapi mau bagaimana lagi.masih ada anak-anak yang menjadi tanggung jawab kita”
Siti hanya terdiam,dan kemudian ia pun kembali masuk ke kamar,diikuti dengan suaminya.
Semalamam suami istri itu tidak bisa tidur dengan nyenyak.yang ada difikiran mereka hanyalah bagaimana menyelesaikan masalah yang datang pada mereka.usaha pabrik tahu dan tempe mereka hamper bangkrut.rumah yang sekarang mereka tempati akan diambil kembali oleh pemiliknya.
Siti kasihan pada anaknya yang masih kecil,untuk mengetahui masalah yang sedang di hadapi oleh orang tuanya
***
Setiap pagi siti hanya marah-marah kepada anaknya,milla.milla sekarang duduk di kelas dua smp kesalahan sedikit saja yang di lakukan oleh milla siti akan marah.
“ma…minta uang buat bayar buku,yang kemaren belum di bayar”kata milla.
Kata milla kepada ibunya.siti tidak langsung memberi uang pada milla tetapi milla malah di marahi habis-habisan oleh siti.
“kamu itu kerjaannya hanya minta uang terus,mama itu pusing kamu itu tahu tidak,bagaimana susahnya cari uang!!!!!!”
Milla hanya bisa menunduk lesu,mendengar omelan ibunya, ia tidak berani menbantah lagi.
***
Dari awal berangkat sekolah milla marah-marah dalam hati.karena omelan ibunya tadi pagi.
Pagi-pagi setelah sarapan tida mendapatkan uang saku atau hal apapun yang membahagiakan mala dapat omelan.sampai-sampai milla tidak konsentrasi saat pelajaran biologi di kelas.
Guru yang sedang menerangkan di depan kelas tidak di dengarkannya ia hanya melamun sepanjang pelajaran.
Lamunanya pun buyar saat ita teman sebangkunya menyenggol kaki milla
“mil……”
“Ha…i..i…i..i..i…iya….???”
“kamu itu kenapa sih??dari tadi aku perhatiin kamu ngelamun terus,ada masalah??”Tanya ita
“ti…tidak kok,tidak ada masalah apa-apa”jawabnya gugup.
Ita jadi penasaran,apa yang membuat teman sebangkunya itu melamun tidak seperti biasanya.
Milla anak yang pandai ia tidak pernah melawat kan satu pelajaran pun,tapi aneh sekali dengan hari ini,apa yang terjadi dengan milla???
***
“ayo mas kita harus segera mengemasi barang-barang kita ini”kata siti kepada surya.
“iya dek,tapi bagaimana kita menjelaskannya kepada milla.”
“ah itu pikir belakangan mas,yang penting ini semua ini sudah harus beres hari ini!!”
“assallamualaikum…….”
“walaikumssalam……………..”jawab siti dan surya hampir bersamaan”.
Dengan wajah heran dan segudang pertanyaan di pikiran milla, ia bertanya kepada ibunya “ lho..mah..ada apa ini apa kita akan pindah rumah” Tanya milla.
“ia mill,cepat kemasi barang-barang kamu!”.
“ tapi mah,kita akan pindah kemana, bagaimana dengan sekolah milla?”.
“sudah kamu tidah usah banyak Tanya kamu nanti pasti tahu sendiri,sekolah kamu iya masih sama seperti dulu,kita pindah tidak sampai luar jogja kok”.
“oooo……”mata milla membulat,kemudian ia masuk kamar dan mengemasi barang-barangnya.
Milla dan keluarganya sangat berat hati saat meninggalkan rumah yang sudah 25 tahun telah ditempati itu. Mobi yang dikemudikan ayah milla berhenti di depan rumah bergaya joglo kuno,hanya sekitar dua kilometer dari rumah yang dulu. Rumah itu adalah rumah ibu suci nenek milla. Karena nenek milla tinggal sendiri jadi siti lebih melilih tinggal dengannya daripada harus pulang ke kota asal surya.
***
5 tahun kemudian………
Setelah pindah rumah dan memulai karirnya lagi siti mulai bangkit dari keterpurukan,ia sudah mempunyai karyawan yang cukup banyak,siti memperlakukan karyawan-karyawanya dengan sesuka hatinya sendiri,ia membayar karyawan sering telat,siti tidak sadar kalau tanpa karyawannya itu dia tidak bisa berbuat apa-apa.
“si ibu itu gimana sih??masak sudah mau ahir bulan seprti ini kita belum juga mendapatkan gaji.”kata anisa salah satu karyawan siti.
“iya padahal saya harus membayar sekolah anak saya.”jawab inem
Tiba-tiba siti datang,seketika perbincangan mereka pun langsing berhenti.
“apa-apaan ini kalian tidak bakerja malah asik ngerumpi,kalian mau tidak gaji!”kata siti sinis
“kami bekerja mati-matian saja tidak kau gaji.” batin inem kesal
Kemudian siti meninggalkan anisa dan inem tanpa menghiraukan mereka lagi.
Semakin lama para karyawan stii muak dengan sikapnya yang judes dan tidak baik kepada para karyawan.satu persatu dari mereka pun mengundurkan diri.
Entah apa yang ada di fikiran siti,dengan keluarnya karyawan-karyawannya tidak membuatnya sadar terhadap apa yang telah ia lakukan.
Sudah berkali-kali surya menasehati siti tetapi siti tetap keras kepala.ia yakin kalau ia dapat berhasil dengan usahanya sendiri.
“dek apa kamu itu ndak curiga dengan keluarnya para karyawan kita.”Tanya surya kepada siti
“alah mas,palingmereka itu gengsi,mereka pikir cari kerjaan itu gamapangapa,seenaknya sendiri keluar tanpa alasanyang jelas,terserahlah.”
“hah”surya hanya bisa menghela nafas mendengar jawabannya siti.
***
Karena mulai bangkrut lagi siti pun pindah rumah ke malang, kota asal suaminya.ia mencoba bangkit lagi.satu tahun,dua tahunbelum menghasilkan apa-apa.”
Setelah tahun ke tiga mereka pindah rumah dan mulai mencapai pintu keberhasilan,namun sesuatu terjadi ,dan semua terjadi begitu cepat.pada saatsiti berada di rumah dan surya berada di pabrik.tiba-tiba saja ketel uap yang di gunakan untuk sumber pemanasan,meledak kompor pun ikut meledak seakan seperti sedang terjadi bom disitupara tetangga pun kaget mendengar ledakan yang begiyu dasyat.surya pun terpental sekitar tigaa kilo meter dari pabrik.badan surya penuh dengan luka bakar.sungguh kejadian yang sangat mengenas kan.para tetangga pun langsung menggambil sikap.cepat –cepat menbawa surya ke rumah sakit.siti sangat syock melihat apa yang baru saja terjadi,ia kemudian cepat-cepat menyusul suaminya ke rumah sakit.
Milla yang baru saja pulang dari sekolahpun kaget,saat di beri tahu oleh tetangga,tentang kejadian apa yang baru saja di alami ayahnya itu.
“a…apa yang terjadi ini?? Bagaimana keadaan ayah,mamah tidak apa-apa kan??”pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulutnya.
“ayah kamu baru saja terkena musibah sekarang beliau ada di rumahsakit,ibu kamu baik-baik saja karena pada saat kejadian ibu kamu sedang berada di rumah.”begitu pak bejo menjelaskam panjang lebar kepada Mila, lalu Milla pun meminta pak Bejo mengantarkan ke rumah Sakit.
***
Selang satu minggu setelah kejadian itu masalahpun datang kembali, Ibu kontrakan rumah yang sekarang ditempati Siti sekeluarga pun memintanya kembali karena beberapa bulan ini ia tidak membayar uang kontrakan. Terpaksa Siti tidak membayar karena uangnya habis untuk modal dan baru-baru ini ia harus melunasi biaya admministrasi rumah sakit suaminya .
Seakan-akan Siti disadarkan oleh keadaan. Ia sedang diuji dengan cobaan-cobaan yang berat. Ia menyadari akan apa yang dilakukannya pada tempo dulu. Ia sering bersikap sewenang-wenangnya pada para karyawannya dulu. Ia tidak peduli dengan sanak saudara yang membutuhkannya, padahal tanpa mereka semua Siti tidak ada apa-apanya.
Ia berdoa, berserah diri pada Allah, sekarang apa yang harus ia lakukan. Terlintas difikirannya ia harus kembali lagi kerumah orangtuanya, temmpat asalnya. Walau bagamanapun disana ada ibunya, seorang ibu tidak akan tega melihat anaknya menderita meski sudah berkeluarga sekalipun.
***
Lalu, Sitipun mengajak keluarganya kembali ke rumah ibunya. Siti fikir ia bisa membuka lembaran baru lagi dengan merubah sikapnya. Sekarang iapun sadar tidak akan berbuat sewenang-wenangnya dengan orang lain. Ia akan menghormati walaupun itu seorang bawahannya sekalipun.